Assalamu’alaykum wr wb..
AlvaForex.com – Mungkin anda kat sini ada yang pernah dengar teknik KG. Teknik ini di kembangkan menjadi sangat banyak, maybe anda juga pernah gune dalam trading, misalnya BBMA, KGBS TS, KG Fit, RMA KG etc. Teknik ini bermula dari thread kat forum forexindo. Tau kan forum ini? Forexindo ini forum berasal dari Indonesia. Bagi korang yang nak liat cube ikut link ini Belajar menganalisa chart ala KG Dulu awal-awal saya study forex sering baca-baca kat forum tu. Nah kali ini saya nak cuba kongsi camne gune ni teknik pada pembaca budiman semua kat sini.
Introduce
Price (harga) bergerak di dalam chart itu mesti ada sebabnya. Penyebab utama adalah karena ada transaksi jual beli yang di lakukan oleh manusia seperti kita orang kat pasar di dunia. Ada masa banyak buyer melakukan transaksi beli, ada masa seller banyak melakukan transaksi jual dan ada masanya tidak ada transaksi di antara keduanya. Apabila kondisi ini kita buat kan grafik maka akan di dapatkan data statistic naik turun bergelombang seperti yang kita lihat di dalam chart forexAnda bisa menggunakan candlestik, bar ataupun line. Anda akan menjumpai pergerakan keatas, kebawah dan mendatar seperti gambar di bawah ini:

Dalam perusahaan, statistic di perlukan untuk melihat rata-rata penjualan yang terjadi. Kenapa rata-rata? Sebab tak mungkin lah perusahaan nah hitung satu persatu barang yang di jual, sedangkan produksi mereka banyak bejibun. Jadi mereka hitung rata-rata agar dapat dengan mudah melihat perkembangannya.
Apabila produk yang di jual di minati banyak public, maka akan di dapat data statistic meningkat (UP). Karena pembelinya (buyer) banyak yang melakukan transaksi buy. Pada masanya akan terjadi titik kejenuhan (over). Sehingga para pembeli menjadi sedikit. Maka akan di dapat data statistic mulai melemah dan bergerak mendatar (sideways / flat). Dan ketika public sudah bosan dengan produk tersebut maka ia akan melakukan jual lagi pada yang lain (Sell) sehingga data statistic perusahaan menjadi menurun (down). Ini bisa terjadi karena perusahaan bersaing dengan public, karena barang yang di jual masyarakat lebih murah tentu akan menjadi pertimbangan pembelinya. Akhirnya barang yang di jual perusahaan menjadi lebih sedikit terjual. Itulah sebab statistic mereka menurun
Penyebab lainya bisa saja di karenakan adanya perusahaan saingan begitu banyak ataupun seller yang menjual produk tersebut ada sangat banyak. Ini lah yang akan membuat grafik menjadi berfluktasi tinggi. Nah ini hanya sebatas contoh perhitungan kasar dalam ekonomi je.
Tidak jauh berbeza dengan data statistic kat dalam trading forex, dimana transaksi juga di lakukan oleh manusia seperti kita-kita ini. Jadi kita bisa mengaplikasikan teori ini dalam teknik trading forex.
Kita bisa lihat rata-rata transaksi yang terjadi di dalam suatu perdagangan misalnya rata-rata harian, ada data pembeli sekian penjual sekian dalam sehari, kita jumlah semua total transaksi jual beli tersebut, lalu kita bagi berapa orang yang bertransaksi. Dapatlah kita daily average. Average ini berguna sebagai data analisa kita untuk menentukan data yang akan terbentuk selanjutya.
Ibarat gini, apa yang kita lakukan sekarang akan berdampak besar dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Seperti sejarah waktu lalu, kenapa bisa jadi Negara kita sekarang tidak terlepas dari adanya tindakan perjuangan di masa lampau. Jadi data sekarang ini dapat menjadi penentu data selanjutnya. Nah ini dasar kita menentukan pergerakan harga di dalam chart.
Teknik KG
Dalam teknik KG yang perlu kita tahu hanya tiga kondisi je, yaitu adalah UP, Flat dan down. Apa tu maksud? Up yaitu dimana harga bergerak ke arah atas. orang biasa sebut Bullish. Flat yaitu dimana kondisi harga sedang sideways atau bergerak mendatar. Begerak dalam range tertentu. Dan down yaitu harga bergerak ke arah bawah. Orang biasa sebut bearish. Nah dari ketiga itu awal mula yang perlu kita tahuNah supaya kita tahu kondisi trending up, flat dan down, kita perlu guna Moving Average (MA). Kenapa mesti guna MA? Kerana MA ini menghitung rata-rata pergerakan harga yang simple, semua data di jumlah dan di bagi berapa banyak data tersebut. Jadi kita bisa lihat dari arah MA bile mane mengarah keatas, berarti sedang berlangsung trending UP. Begitu sebaliknya. Nanti korang bisa paham baca lanjut terus sampai kebawah.
Time Frame atau peta
Penggunaan MA antara TF satu dengan TF yang lain itu bebeza2. Misal MA yang kita pasang pada TF H1 berbeza dengan TF M15. Kenape mesti gitu? Disini TF itu di ibarakan sebagai peta. TF (TimeFrame) H1 candle terbentuk setiap 1 hours. Dalam sehari berarti ada 24 candle terbentuk di TF H1. Sedangkan untuk TF M15 ada sekitar 96 candle terbentuk dalam seharinya. Apabila kita nak cari average (rata-rata) kita perlu data yang agak banyak supaya dapat hasil yang lebih pas. Jadi semakin kecil TF yang di gune, akan memberikan hasil data yang bagusAverage
Dalam teknik KG pedoman kita untuk melihat pergerakan Harga UP, flat dan down itu dilihat dari average (rata-rata) pergerakan price (harga). Penentuan average ini berdasarkan data statistic yang terbentuk di dalam chart kita. Yaitu daily average (rata-rata harian), weekly average (rata-rata mingguan) dan monthly average (rata-rata bulanan). Ketiga ini garis besar sebagai dasar umumnya. Apa maksud daripada daily average? Daily average maksudnya kita melihat rata-rata pergerakan price (harga) selama satu hari. Untuk weekly average kita melihat rata-rata pergerakan price selama satu minggu dan monthly untuk melihat rata-rata bulanan.Kenapa kita mesti ambil average? Karena di dalam forex ada data transaksi sangat banyak, jadi kita perlu ambil rata-rata agar dapat data satistik yang sesuai dengan apa yang terjadi dalam market.
Mungkin pembaca kat sini ada yang nak bertanya, kenapa ada banyak MA yang di gunakan ? Ada MA daily, weekly dan monthly, kenapa tidak satu MA je biar lebih mudah? Ya tentu je ada sebab kenapa kita mesti guna banyak MA. Bila kita guna cuma satu buah MA je, maka data yang akan kita dapat kurang lengkap, kita tidak bisa menganalisa secara spesifik. Misalnya kita guna satu Ma je MA weekly seperti gambar kat bawah ini :

Pada gambar di atas saya hanya guna MA weekly, MA ini cenderung mengarah kebawah, kalau di lihat kat dalam grafik tersebut, harga bergerak down. Tetapi untuk menentukan entry kita tidak tahu dimana yang paling tepatnya. Oleh karena itu kita perlu informasi tambahan lainnya agar bisa memantapkan untuk entry
Cuba tengok chart kat bawah ini :

Saya pasangkan MA daily (red), weekly (blue), monthly (ping). Ada banyak informasi yang kita dapatkan kat sini. Informasi ini akan membuat kita menganalisa pergerakan harga lebih spesifik. Cuba lihat MA weekly cenderung mengarah down, memungkinkan harga akan bergerak down. Untuk mengambil posisi entrynya, kita bisa melihat MA - MA lainnya seperti daily, bila mengarah kebawah akan menambah yakin harga akan turun.
Bagaimana cara nak tahu rata-rata tersebut?
Untuk menentukan rata-rata tersebut kita guna Moving average. Moving average ini garis yang begerak mengikuti harga sesuai dengan periode yang kita set-kan. Kita akan masukan periode sesuai dengan rumus daily average, weekly dan montly.Untuk mencari berapa periode yang sesuai berdasarkan TF , dapat di cari seperti ini:
Daily average
Dalam sehari kita tahu ada waktu sebanyak 24 jam. Mulai dari jam 00:00 sampai 23.59. waktu ini terus berulang setiap harinya dan tidak pernah berubah. Nah untuk mencari rata-rata harian dalam setiap TF kita perlu konversi dahulu. Misalnya TF H1. H1 candle terbentuk dalam setiap satu jam. Bila nak cari rata-rata kita perlu bagi 24 jam / 1jam = 24. Jadi kita guna MA dengan periode 24 untuk TF H1Dalam M15 candle terbentuk setiap 15 minit, nah 15 minit kita perlu konversi dulu, 15 minit itu berapa jam? ¼ jam right? Bila nak cari rata-rata hariannya kita bagi je 24 jam/ ¼ jam = 96. Jadi kita guna MA periode 96 untuk melihat rata-rata harian di TF M15
Untuk TF M30, candle terbentuk setiap 30 minit. Minit konversi dulu ke jam supaya dapat di bagi. 30 minit = ½ jam. Rata rata hariannya kita dapat bagi je 24 jam / ½ jam = 48. Jadi kita guna MA periode 48 untuk lihat rata-rata harian dalam TF M30
Untuk TF H4 candle terbentuk setiap 4 jam. 4 jam tidak perlu di konversi karena satuannya sudah sama (jam). Langsung kita bagi je, 24 jam / 4 jam = 6. Pada TF H4 kita guna period 6 untuk menentukan arah pergerakan rata-rata harian.
Begitu untuk TF yang lainnya. cara mencarinya sama tak berbeza cuma kita mesti paham cara pengkonversian ini
Weekly average
Satu minggu yang kita tahu ada 7 days. Tapi ini berbeza pula dengan satu minggu kat dalam market forex. Market forex yang kita tahu sekarang buka setiap hari 24 jam dalam seminggu cuma 5 hari je. Jadi perhitungan 1 minggu di dalam market forex adalah 5 hari. Dari sini kita hitung ada berapa jam kah 5 hari itu? Tinggal kali je 5 days x 24 jam = 120 jam.Untuk mencari periode di TF H1 kita hitung seperti yang kat atas tadi. 120 jam / 1 jam = 120. Nah dah dapat nilai periode MA weekly untuk TF H1. Gunakan periode 120.
Untuk mencari periode weekly di TF M15 kita hitung seperti kat atas tadi. M15 candle terbentuk setiap 15 minit. Di konversi menjadi jam 15 minit = ¼ jam. Tinggal bagikan je 120 jam / ¼ = 480. Nah kita dah dapatkan period weekly di TF M15 adalah 480
Untuk TF H4, kita tak perlu lagi konversi, karena satuannya sudah sama-sama jam. Tinggal bagi je, 120 jam / 4 jam = 30. Nah kita gunakan periode 30 untuk melihat pergerakan rata-rata mingguan di TF H4
Begitu juga untuk mencari periode pada TF yang lainnya
Monthly average
Sama seperti weekly di atas tadi, perhitungan monthly juga tidak jauh berbeza. Dalam satu bulan yang kita tahu ada 30 hari, tapi dalam forex ada 20 hari je. Data ini di dapat dari perhitungan weekly, dalam satu bulan ada 4 minggu, dalam satu minggu ada 5 hari. Jadi kita kalikan je 5 hari kali 4 = 20 days. Tak perlu di hitung seperti ini juga kita sudah tahu, dalam sebulan kita melakukan trade cuma 20 hari je kan. Selanjutnya konversikan 20 hari itu berapa jam? 20 hari x 24 jam= 480 jam. Okey sudah di dapat data monthly sekarang cari periode untuk masing-masing TFUntuk nak cari priode monthly pada TF H1 kita guna data di atas tadi, 480 jam / 1jam = 480. Nah periode monthly yang di gunakan untuk TF H1 adalah 480
Untuk nak cari periode monthly pada TF M15, mula-mula kita konversi dulu 15 minit ke dalam bentuk satuan jam. 15 minit = ¼ jam right? Tinggal bagi je 480 jam / ¼ = 1920. Nah dapat lah peride monthly untuk TF M15 adalah 1920
Untuk TF H4 kita tidak perlu lagi konversi karena satuan dan sama. Tinggal bagi je, 480 jam / 4 = 120. Nah periode monthly di TF H4 adalah 120
Example
Setelah kita dapatkan data-data di atas, sekarang kita pasangkanlah semua kat metatrader. Contoh nya seperti pada gambar kat bawah ni:
Ikuti je seperti gambar di atas. Klik butang indicators list >> Moving average >> isikan periode, metode (simple), apply (close), style >> ok
Keterangan warna :
- Merah : MA Daily
- Biru : MA Weekly
- Ping : MA Monthly
Semua arah yang di tunjukan MA pada semua TF akan sama. Lihat je contoh gambar-gambar kat bawah ni :
Time Frame M15
Daily = MA periode 96
Weekly = MA periode 480
Monthly = MA periode 1920
Time Frame M30
Daily = MA periode 48
Weekly = MA periode 240
Monthly = MA periode 960
Time Frame H1
Daily = MA periode 24
Weekly = MA periode 120
Monthly = MA periode 480
Time Frame H4
Daily = MA periode 6
Weekly = MA periode 30
Monthly = MA periode 120
Jika kita perhatikan semua MA MA yang telah kita pasang kat chart tu, arahnya semua sama di setiap TF, cuba lihat kat M15, M30, H1 dan H4. Arah Ma daily dan weekly kebawah semuakan? Sedangkan MA Monthly cenderung datar atau flat. Arah yang di bentuk oleh MA MA ini lah yang akan menjadi bahan untuk menganalisa pergerakan daripada harga nantinya
Oke sampai sini dulu postingan kali ini, selanjutnya anda bisa baca batas-batas harga kelanjutan dari materi ini. Terimakasih semoga baramnfaat ^^




0 komentar:
Posting Komentar